Pengawet pada ikan atau tepatnya racun pada ikan segar merupakan bahan pembicaraan kita pertama, ini diangkat berdasarkan pengalaman saya mengkonsumsi ikan sehari-hari.Pengalaman ini saya sharing karena lidah dan tubuh saya agak sensitif terhadap bahan-bahan kimia/racun, mungkin ini karena kebiasaan dilaboratorium dulu ada namanya uji makroskopik dimana bahan obat atau bahan alam dapat dideteksi awal dengan rasa.
Seperti hari-hari biasa sebelum jam 8 pagi langganan ikan kami sudah teriak-teriak di depan rumah. Jukuuuu.....juku.....terkadang iiikaaaannn......iikaaaaan sambil klakson motor dibunyikan dan kebetulan ibu saya ada nginap jadi proses pembelian dan masak-memasak beliau yang lakukan.
Singkat cerita setelah saya konsumsi ikan tersebut, pas tengah malam saya terbangun lidah saya terasa hilang,kering dan tenggorokan sakit.Saya menanyakan kepada ibu saya ada berapa jenis ikan yang disajikan kemarin dan dijawab satu macam.
Sebelum uji lab apakah ikan tersebut mengandung bahan kimia berbahaya, saya memberikan indikasi awal bahwa ikan tersebut dicurigai mengandung pengawet.
INDIKASI ADANYA PENGAWET PADA IKAN
1.Ikan segar tersebut sebelum dimasak dagingnya terasa kenyal,kekenyalannya tidak seperti biasanya, hal ibu-ibu lebih paham.
2. Ikan yang saya makan ada beberapa dagingnya lebih kenyal/agak sulit dilepas dari badan ikan. Karena jenis ikan yang disajikan sama/satu macam maka kekenyalan ikan tersebut harusnya sama. Inilah awal kecurigaan saya.
Untuk membuktikan, besoknya saya tunggu sang penjual ikan lalu saya ancam."Kalau mau tetap jual ikan jangan jual ikan pakai pengawet, kemarin itu mengandung pengawet, sisa ikan kemarin bisa saya bawa ke laboratorium untuk pengujian lalu saya lapor kepolisi.
Penjual ikan mengaku bahwa memang kemarin itu ikan asalnya dari jauh, tapi menurut dugaan saya nelayan kecil (entah nelayan besar) mulai berani memakai pengawet karena untuk menangkap ikan tidak lagi dekat seperti dulu, mereka harus jauh ketengah laut untuk menangkap ikan jadi bisa busuk sampai didaratan, tapi bisa juga sih penjual ikan yang menambahkan pengawet sisa ikan yang tidak laku supaya besoknya bisa dijual lagi.Dan sampai sekarang dan semoga seterusnya penjual ikan tersebut tidak berani lagi jual ikan yang mengandung pengawet.
Untuk jenis pengawetnya saya tidak bisa menebak formalin karena gejala keracunan yang saya alami sama seperti penggunaan pestisida pada udang.nanti kita bahas gejala udang yang mengandung pestisida.
Bagi teman-teman yang punya pendapat dan pengalaman boleh sharing disini.
Thursday, May 20, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)